Sisi lain kontroversi my-indonesia.info
13-12-2007
Setelah beberapa hari ini gue mengikuti perkembangan komentar mengenai situs my-indonesia.info, gue cuek aja...!!! dan gue pikir hal itu masih lumrah karena pemberitaan detik memang membuat orang yang membacanya akan terpancing emosi. Bagaimana tidak terpancing emosi ? la wong berita itu membuat pikiran para pembacanya "dana 17 M cuma buat website my-indonesia doank ???, gila... busyet...". Namun sebenarnya harus diklarifikasi juga, bahwa dana telah turun 7 M, yaitu tahap 1 dan tahap 2 (info : detik.com) dan tahap 3 belum turun, dari dana 7M hanya beberapa % nya saja yang digunakan untuk pembuatan website tersebut, selain nya digunakan untuk kegitan e-marketing, maintenance, berkaitan dengan konten (mungkin karena ada beberapa bahasa jadinya mahal banget) dll.
Kalo dilihat dari isi komentar..., semua memang banyak yang mempersoalkan desain tampilan dari situs my-indonesia.info, kurang ini ,kurang itu dll. Berhubung aku orangnya suka minimalis sekali, aku lebih suka kalo isi websitenya my-indoensia.info cuma make foto - foto pariwisata indonesia beserta informasi yang terkandung didalamnya... he... he... he.., Inilah seni... kalo masalah urusan desain aku nggak bisa komentar soalnya seni seseorang beda beda. seperti lukisan aja, ketika aku mengunjungi suatu pameran lukis, aku di suruh nebak harga lukisan, dipikiranku ah cuma lukisan seperti itu paling banter cuma laku 10 juta,. namun apa kenyataanya men... ternyata lukisan itu laku 250 juta... itulah seni..., sesuai selera masing - masing.
Dari pemberitaan detik.com situs ini di dukung oleh 4 server yang tersebar di beberapa negara, namun banyak orang meragukan hal tersebut, kenapa ...? karena orang mungkin hanya melihat dengan perintah:
[johan@hogwarts .cache]$ dig my-indonesia.info
; <<>> DiG 9.4.0 <<>> my-indonesia.info
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 62057
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2, ADDITIONAL: 2
;; QUESTION SECTION:
;my-indonesia.info. IN A
;; ANSWER SECTION:
my-indonesia.info. 189 IN A 203.211.140.139
;; AUTHORITY SECTION:
my-indonesia.info. 189 IN NS gslb1.indo.com.
my-indonesia.info. 189 IN NS gslb2.indo.com.
;; ADDITIONAL SECTION:
gslb1.indo.com. 86400 IN A 87.117.224.155
gslb2.indo.com. 86400 IN A 203.89.95.140
;; Query time: 59 msec
;; SERVER: 10.3.65.83#53(10.3.65.83)
;; WHEN: Thu Dec 13 09:30:26 2007
;; MSG SIZE rcvd: 131
Dari keterangan hasil dig tersebut terlihat bahwa "A" record nya memang mengarah pada satu IP Address, yaitu IP singapura.
;; ANSWER SECTION:
my-indonesia.info. 189 IN A 203.211.140.139
Rupanya hal ini yang membuat perdebatan, namun coba di dig sekali lagi dari komputer yang mempunyai IP diluar kawasan ASIA, masihkan my-indonesia.indo mengarah ke IP 203.211.140.139 ?. aku sekarang coba dari komputer server gue yang ada di australia, masihkan mengarah ke IP 203.211.140.139 yang notabene berada di singapura ?
[johan@ncd140 ~]$ dig my-indonesia.info
; <<>> DiG 9.3.2 <<>> my-indonesia.info
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 12126
;; flags: qr rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 2, ADDITIONAL: 2
;; QUESTION SECTION:
;my-indonesia.info. IN A
;; ANSWER SECTION:
my-indonesia.info. 600 IN A 203.89.95.140
;; AUTHORITY SECTION:
my-indonesia.info. 600 IN NS gslb2.indo.com.
my-indonesia.info. 600 IN NS gslb1.indo.com.
;; ADDITIONAL SECTION:
gslb1.indo.com. 72628 IN A 87.117.224.155
gslb2.indo.com. 72628 IN A 203.89.95.140
;; Query time: 179 msec
;; SERVER: 210.14.110.5#53(210.14.110.5)
;; WHEN: Thu Dec 13 12:23:10 2007
;; MSG SIZE rcvd: 131
Wao... hasilnya beda men... ternyata yang nangani request my-indonesia.info adalah server dengan IP 203.89.95.140
my-indonesia.info. 600 IN A 203.89.95.140
dan begitu juga hasilnya untuk server - server yang lain. coba cek dari amerika dan eropa dari servernya masing maisng he he he.
Karena situs ini sangat ramai sekali di perbincangkan di forum forum nasional, pasti ada pihak pihak yang bermaksud melakukan deface, crack or lainnya. Dengan penerapan teknik diatas saya rasa bagus juga untuk menanggulangi serangan semacam itu, karena serangan dapat di lokalisir.
Oke untuk infrstaruktur saya rasa sudah jelas, bahwa my-indonesia.info ditangani oleh 4 server, ato malah lebih soale belum ngecek secara keseluruhan he he he.
Dari beberapa komentar - komentar yang mengatakan bahwa dia mampu membuat, mempromosikan, memaintenance dll. Aku berpikir kenapa sewaktu ada pemgumuman ada project dari BudPar nggak ikutan Tender ? Padahal aku baca di media bahwa project itu di tenderkan melalui koran besar di Indonesia dan nilainya sangat Jelas...!!!., Berhubung aku nggak punya kemampuan untuk itu makanya aku nggak ikut tender he he he
Terlepas dari pemberitaan tersebut, ada sisi positif nya juga pemberitaan itu karena secara tidak langsung akan mengangkat popularitas situs my-indonesia.info dikalangan bangsa indonesia sendiri, karena pada awalnya situs ini di peruntukkan untuk memberikan informasi kepada para calon turis yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Sobat.. terlepas dari itu semua, mari kita bersama mengawal situs ini untuk mepromosikan Indonesia di kancah International.
Thank's.
Karena situs ini sangat ramai sekali di perbincangkan di forum forum nasional, pasti ada pihak pihak yang bermaksud melakukan deface, crack or lainnya. Dengan penerapan teknik diatas saya rasa bagus juga untuk menanggulangi serangan semacam itu, karena serangan dapat di lokalisir.
Oke untuk infrstaruktur saya rasa sudah jelas, bahwa my-indonesia.info ditangani oleh 4 server, ato malah lebih soale belum ngecek secara keseluruhan he he he.
Dari beberapa komentar - komentar yang mengatakan bahwa dia mampu membuat, mempromosikan, memaintenance dll. Aku berpikir kenapa sewaktu ada pemgumuman ada project dari BudPar nggak ikutan Tender ? Padahal aku baca di media bahwa project itu di tenderkan melalui koran besar di Indonesia dan nilainya sangat Jelas...!!!., Berhubung aku nggak punya kemampuan untuk itu makanya aku nggak ikut tender he he he
Terlepas dari pemberitaan tersebut, ada sisi positif nya juga pemberitaan itu karena secara tidak langsung akan mengangkat popularitas situs my-indonesia.info dikalangan bangsa indonesia sendiri, karena pada awalnya situs ini di peruntukkan untuk memberikan informasi kepada para calon turis yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Sobat.. terlepas dari itu semua, mari kita bersama mengawal situs ini untuk mepromosikan Indonesia di kancah International.
Thank's.
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/29_665_2007_12
Oleh AF ( 13 Desember 2007 14:11:07 )
Besok-besok ditunggu cipratannya yah!
Oleh j0j0 ( 13 Desember 2007 14:43:08 )
Oleh ibach77 ( 04 Januari 2008 16:17:23 )
tapi kl kita mencoba membaca itu dari segi manfaat yg didapat dari dana sekian besar pasti akan lain sekali...
dan jangan lupa yg diliat oleh para treveller bukan dimana server diletakkan...
tapi...
apa yg mereka dapat liat dan baca dari MY-INDONESIA.INFO itu toh?
Dan kl bicara dari segi ini sana MASIH SANGAT JAUH..
Oleh j0j0 ( 04 Januari 2008 23:14:14 )
First, anggaran yang bener itu Rp 5.5 milyar untuk 2007, bukan 17 milyar. 17M itu kalo dijumlahkan dari tahun 2006 dan 2007 yang sudah direalisasi, dan 2008 yang paling banyak, 10 milyar, yang masih rencana. (Kenapa gak sekalian dijumlahin dari tahun 1945, inflation adjusted, sampai tahun 2050?)
Second, anggaran yang tahun 2007, dari 5.5 milyar, potong pajak jadi efektif 4.65 milyar, itu porsi terbesarnya dipakai untuk promosi online, di Google, Yahoo, portal wisata internasional seperti Travelocity, dan juga portal domestic seperti Kompas, Bisnis, Media dsb (hint: apa yang tidak disebut?) Porsi kedua dialokasikan untuk memberdayakan hotel-hotel kecil, biar bisa ikut belajar promosi dan bertransaksi online. Kita bikin workshop di 3 kota – Jogja, Lombok, Manado – dihadiri 400-an orang/hotel, iklankan, talk show, masukkan 100-an lebih hotel ke my-indonesia.info dan system reservasi indo.com, dan ketika terjadi transaksi, membimbing mereka.
Intinya, kegiatan e-marketing ini tentang promosi online, bukan tentang bikin web site. Hasil apa yang didapat? Iklan pariwisata Indonesia ditayangkan sekitar 90 juta kali, kepada pengguna Internet yang senang berwisata atau bahkan sudah mencari informasi tentang berwisata ke Indonesia melalui situs pencari. Berarti efektif biaya menjangkau satu orang ini hanya Rp 50an. Pengunjung yang sudah dilayani tahun ini 230 ribu orang. Berarti biaya melayani satu orang calon wisatawan ke Indonesia, kalau dilakukan secara virtual via Internet, biayanya hanya Rp 20 ribuan. Sangat cost efektif.
Belum lagi waktu sebelum promosi, kalau coba cari ¡Èindonesia info¡É di Google, situs paling atas adalah punyanya CIA. Jadi perspektif yang didapat orang adalah perspektif CIA. (Coba search ¡Èpresident indonesia¡É sekarang di Google, situs siapa yang paling atas?) Punya Pemerintah dulu tidak kelihatan. Sekarang, untuk kata-kata kunci seperti itu, ¡Ètourism indonesia¡É dan hampir 2000 kata lainnya, situs Pemerintah sudah muncul, bahkan pada posisi-posisi terdepan.
Jadi lihatlah kegiatan e-marketing ini dalam konteks strategi pemasaran pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kalau tahun 2008 dianggarkan Rp 10 milyar, dari total anggaran promosi pariwisata, yang kalau saya tidak salah sekitar Rp 280 milyar, optimalkah kalau hanya 3-4% yang dialokasikan untuk pemasaran via Internet? Survey BudPar sendiri menunjukkan sudah 56% wisatawan ke Indonesia yang mencari informasi tentang wisata ke Indonesia via Internet. Kalau kita mau book Yahoo Singapore untuk 1 HARI saja – supaya setiap orang yang buka pasti lihat iklan kita, seperti blocking time di TV – biayanya bisa sekitar SGD 1 juta - atau Rp 6 Milyar sendiri!
Negara tetangga kita juga mengetahui ini dan berpromosi via Internet dengan agresif. Kita dapat info bahwa mereka di Google dan Yahoo saja bisa belanja iklannya sekitar USD 1-2 juta (Rp 9-18 Milyar)per tahun di masing-masing portal. Belum portal-portal lainnya dan kegiatan online promotion lainnya (Singapore Tourism Board pernah beriklan via newsletter broadcast menggunakan indo.com.) Untuk mengajak industri pariwisata berteknologi saja (seperti yang kita lakukan dengan hotel-hotel kecil ini), Singapore alokasikan dana SGD 10 juta (bisa lihat di situs Singapore Tourism Board).
Yang jelas, promosi pariwisata sekarang ini, oleh pemerintah maupun swasta, mau tak mau sudah harus melibatkan Internet – karena wisatawan adanya di situ.
Komentar dan saran lebih lanjut, silahkan email ke saran@indo.com
Salam